Macro

Ngetest hasil foto macro dari handphone ane…

Image

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Minyak Bintang Untuk Obat luka

Haii Semuaa,aqu ingin Cerita sedikit nih tentang Minyak sakti yg bisa bikin dokter kagum dari Kalimantan,yaitu MINYAK BINTANG,

Minyak ini sangat ampuh untuk mengobati luka yang sangat parah (atas kehendak Allah tentunya).
seminggu yang lalu ada keluarga saya yg kecelaka’an & lukanya Sangat parah pada bagian kaki,Dokter pun Sudah tidak sanggup.
Diapun di bawa Ke tempat Yg punya yg Bernama KAI GURINDA,dia pun langsung di Obati,di ambil kapas sedikit,lalu di oleskan di kapas itu,lalu di telan dengan pisang, & setelah 1 Minggu Sudah Sembuh Total.Miyak ini hanya terdapat di Kalimantan,konon cara membuat’nya dengan cara Meletakkan 24biji buah kemiri pada malam jum’at,tunggu sampai ada bintang jatuh,tiap kali ada bintang jatuh,pecahkan 1 biji keminting,sampe yg ke 24.Lalu di Lala (di buat minyak),tetapi tidak sembarang orang yg dapat membuat Minyak bintang.
Sebenarnya Minyak Bintang Ada 2 jenis,untuk luka & untuk kekebalan.
Yg untuk kekebalan nanti aja deh,hehehe & masih banyak lagi Minyak Minyak sakti Dari Kalimantan,nanti kalau ada waktu,saya cerita’in deh..

Dipublikasi di Miyak sakti | 55 Komentar

Cerita Masyarakat Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan; Datu Thalib

Di daerah Rantau terdapat sebuah cerita
rakyat yang mengisahkan seorang datu
yang mempunyai kesaktian sangat tinggi,
hanya dengan menghentakkan kaki ke
tanah maka orang-orang yang ada di
sekelilingnya akan jatuh tersungkur ke tanah. Datu tersebut bernama Datu Niang
Thalib. Konon beliau masih hidup dan
menjadi penguasa alam gaib di daerah
Pulau Kadap (arah ke Sungai Puting).
Diceritakan juga bahwa apabila
masyarakat ingin kesana (memancing) dianjurkan untuk membawa Tali Haduk
(serabut pohon ijuk yang dianyam) supaya
makhluk gaib tidak mengganggu, hal ini
didasarkan pada cerita masyarakat
bahwa Tali Haduk sebagai tanda orang
tersebut adalah kerabat dari Datu Niang Thalib. Diceritakan juga bahwa Datu
Niang Thalib adalah salah satu murid Datu
Suban (Tatakan) yang memiliki ilmu
Kabauriat Dunia.
Pada zaman dahulu di daerah Tatakan,
mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani, berkebun dan mencari rotan.
Pada suatu hari, berangkatlah 7 orang
Desa Muning (Tatakan) untuk mencari
rotan di daerah hutan rawa Nipah
Habang, Ketujuh orang itu adalah
Pungut, Kaliangat, Dunguh, Umpangan, Kutui Umping, Durni Indang, dan Munat
Incang.
Ketujuh orang ini berjalan memasuki
hutan rawa yang sangat lebat ditumbuhi
segala macam pohon yang hidup di daerah
rawa. Rotan juga tumbuh subur disana. Setelah mereka tiba di daerah Nipah
Habang yang kaya akan rotan, mereka pun
langsung menebang rotan yang mereka
cari. Pada umumnya masyarakat setempat
tidak berani memasuki daerah tersebut
karena konon diceritakan di sana banyak
dihuni makhluk gaib, terutama hantu yang
suka mengganggu. Sudah banyak orang
kampung yang melihat wujud-wujud yang menakutkan di daerah tersebut.
Dalam waktu singkat ketujuh orang
tersebut sudah berhasil menebang rotan
yang mereka perlukan. Rotan yang sudah
ditebang dibuang kulitnya dan kemudian
dijemur, karena proses penjemuran yang memerlukan waktu cukup lama, maka
mereka bermalam selama tiga hari tiga
malam. Setelah kering, rotan diikat,
masing-masing seratus batang per ikat.
Mereka pun pulang dengan membawa
masing-masing satu ikatan. Dalam perjalanan pulang, mereka bertemu
dengan hantu yang sangat besar, hantu
itu tidur di atas Pulantan (rumput liar
yang sering tumbuh di pinggir sawah)
yang tingginya hampir 15 meter. Saking
besarnya, hantu itu tidur bersandar dipohon tersebut.
Begitu melihat hantu tersebut, ketujuh
orang itu sangat ketakutan, meskupun
hantu tersebut sedang tidur dan tidak
mengetahui keberadaan mereka. Hantu
itu tertidur sangat pulas dan dengkurannya terdengar sangat keras,
hampir sama dengan suara harimau yang
sedang marah.
Diantara ketujuh orang tersebut, hanya
Durni Indang yang berani, sedangkan
yang lainnya sudah bersiap-siap untuk lari. Durni Indang menyarankan pada
temannya yang lain untuk mengikat hantu
tersebut dengan rotan yang mereka
bawa, akan tetapi yang lainnya menolak
karena sudah sangat ketakutan.
Oleh karena itu, Durni Indang mengikat hantu itu sendirian, mulai dari ujung kaki
sampai kepada bagian kepalanya. Ketujuh
ikatan rotan yang mereka bawa habis
digunakan untuk mengikat hantu itu.
Meski sudah diikat, hantu tersebut tidak
terbangun, malah semakin nyenyak tidurnya dan dengkurannya semakin
keras.
Durni Indang berusaha membangunkan
hantu itu dengan berteriak keras di
depan telinganya yang besar, tapi ia tidak
juga bangun. Durni Indang kemudian mencabut sebatang pohon yang cukup
besar dan memukulkannya ke bagian biji
kemaluan hantu itu. Setelah memukulkan
pohon tersebut, kemaluan hantu tersebut
bereaksi. Hantu itu kencing dan
menggeliat bangun. Rotan yang diikatkan di sekujur tubuhnya putus dengan
sangat mudahnya. Dengan raut muka yang
marah dan sangat menakutkan, hantu itu
melihat ke arah Durni Indang, Durni
Indang pun lari ketakutan, tetapi dengan
sangat mudahnya Durni Indang berhasil ditangkap oleh hantu itu hanya dengan
mengayunkan tangannya ke depan, oleh
karena ukuran tubuhnya yang sangat
besar.
Durni Indang diletakkan di atas telapak
tangannya dan diputar-putar seperti mempermainkan bola pimpong. Hantu itu
sangat marah karena telah dibangunkan
dari tidurnya.
Durni Indang terbunuh setelah diremas-
remas, dan tubuhnya yang remuk
kemudian dimakan oleh hantu itu. Hantu itu sebenarnya masih lapar, tapi karena
tidak ada lagi yang bisa dimakan, maka ia
pun tidur kembali.
Keenam orang yang berhasil melarikan
diri, mendatangi kediaman Datu Niang
Thalib di daerah hutan Hariyung Danau Belantai. Mereka menceritakan kejadian
yang mereka alami dan apa yang
dilakukan hantu itu pada Durni Indang
kepada Datu Niang Thalib.
Setelah selesai bercerita, Datu Niang
Thalib pergi sendirian ke tempat hantu tadi tidur. Datu Niang Thalib menepuk
tangan hantu tersebut dan hantu itu
langsung terbangun dan duduk dengan
lemah lunglai karena sangat ketakutan
melihat Datu Niang Thalib dihadapannya
dengan raut muka yang menampakkan kemarahan.
Datu Niang Thalib berkata kepada hantu
itu bahwa yang dimakannya itu adalah
anak-cucunya dan Datu Niang Thalib
akan membunuh hantu tersebut sebagai
balasannya. Hantu tersebut meminta ampunan dari Datu Niang Thalib, tetapi
Datu Niang Thalib tetap marah dan tetap
berniat untuk membunuh hantu tersebut.
Hantu itu mengajukan permintaan
terakhirnya, ia ingin menjadi saudara
angkat Datu Niang Thalib. Makhluk gaib tersebut beralasan bahwa ia
bukan hantu, sedangkan mukanya yang
menyeramkan dan tubuh yang besar
tersebut hanya merupakan baju yang
dipakainya. Ia hanya sebagai penjaga
daerah itu dari gangguan orang luar. Makhluk gaib itu kemudian melepaskan
pakaiannya dan ternyata dibalik pakaian
itu, hantu tersebut adalah pemuda yang
sangat tampan, gagah dan berwajah
simpatik.
Sebagai tanda persaudaraan, pemuda tersebut berjanji akan mengawinkan
Datu Niang Thalib dengan adik
perempuannya yang sangat cantik dan
memiliki kulit putih kekuning-kuningan
karena belum pernah terkena sinar
matahari. Datu Niang Thalib ternyata juga termasuk laki-laki mata keranjang
sehingga ia pun akhirnya sangat tertarik
dengan janji yang diberikan pemuda
tersebut, marahnya pun kemudian
mereda.
Datu Niang Thalib kemudian dibawa oleh pemuda tadi ke rumahnya untuk melihat
adik perempuan yang diceritakannya.
Setelah berjalan cukup lama, maka
sampailah mereka ke kampung pemuda
tersebut. Ternyata kampung itu adalah
sebuah kerajaan megah. Datu Niang Thalib diperkenalkan dengan adiknya
yang cantik dan tanpa berpikir terlalu
lama, Datu Niang Thalib menikahi adik
dari pemuda itu.
Setelah sepuluh hari kepergian Datu
Niang Thalib, orang kampung Muning geger karena ia belum kembali, terlebih-
lebih istri dan anaknya yang gelisah
karena takut terjadi sesuatu yang buruk
dengan suaminya. Istrinya tersebut
kemudian melaporkan kejadian ini pada
Datu Murkat. Datu Murkat adalah seorang tertua dan
dituakan di kampung Muning. Ia sangat
dihormati oleh masyarakat kampung
Muning karena kebaikan dan wibawanya,
serta kesaktiannya yang sangat tinggi.
Ia merasa ikut bertanggungjawab atas apa yang telah menimpa keluarga Datu
Niang Thalib. Setelah mempertimbangkan
segala sesuatunya, Datu Murkat pun
pergi mencari keberadaan Datu Niang
Thalib. Datu Murkat didampingi oleh
empat orang yang kesaktiannya setara denga kesaktian Datu Niang Thalib,
keempat orang tersebut adalah Datu
Karipis, Datu Ungku, Datu Taming Karsa
dan Datu Ganun.
Berdasarkan keterangan dari enam orang
pencari rotan yang berhasil selamat dari makhluk besar tadi, maka dengan
mudahnya Datu Murkat dan keempat
orang yang menyertainya, makhluk besar
tersebut berhasil ditemukan dan Datu
Murkat menangkap makhluk besar
tersebut hanya dengan sebelah tangannya.
Dengan nada marah, Datu Murkat
menanyakan keberadaan Datu Niang
Thalib. Makluk gaib tersebut sangat
ketakutan dan mengatakan bahwa Datu
Niang Thalib dalam keadaan baik dan tidak terjadi sesuatu yang buruk
terhadapnya, serta menceritakan bahwa
Datu Niang Thalib telah memperistri adik
perempuannya. Datu Murkat tidak
percaya Datu Niang Thalib mau
memperistri adik dari hantu yang wajahnya sangat menakutkan.
Setelah menjelaskan duduk perkaranya
secara rinci, bahwa ia bukanlah hantu dan
bentuk tubuhnya yang besar adalah
hanya merupakan baju yang dipakinya
saja, maka Datu Murkat dan keempat orang lainnya mengikuti pemuda tampan
tersebut ke kampung tempat keberadaan
Datu Niang Thalib.
Sebelum menemui Datu Niang Thalib, Datu
Murkat dan keempat orang
pendampingnya dibawa untuk menemui Raja untuk melaporkan kedatangan
mereka di kampung kekuasaan raja
tersebut.
Kemudian rombongan Datu Murkat dibawa
menemui Tuan Putri. Mereka sangat
kagum dengan kecantikan Tuan Putri dan terlebih-lebih tidak percaya bahwa laki-
laki yang ada di sampingnya adalah Datu
Niang Thalib.
Datu Niang Thalib meminta maaf kepada
Datu Murkat karena telah merepotkan
dan tidak memberi tahu bahwa ia telah tinggal menetap di sana. Setelah
menjelaskan secara panjang lebar, Datu
Murkat dapat mengerti.
Rombongan Datu Niang Thalib dijamu
makanan dan minuman oleh Tuan Putri
dan Datu Niang Thalib di kerajaannya. Mereka berbicara dan bergurau dalam
jamuan tersebut.
Setelah hari menjelang sore, rombongan
Datu Murkat minta pamit pulang. Istri
muda Datu Niang Thalib menganjurkan
agar mereka bermalam di kerajaannya. Tetapi Datu Murkat beralasan bahwa
mereka takut disangka mengalami hal
yang buruk akan mereka oleh orang-orang
kampung Muning apabila bermalam di
sana.
Sebelum mereka pulang, istri Datu Niang Thalib memberikan bungkusan kain kuning
yang di dalamnya terdapat emas seberat
setengah kilogram kepada Datu Murkat
dan keempat orang yang menyertainya,
selain itu juga satu bungkusan untuk istri
Datu Niang Thalib di kampung Muning. Datu Niang Thalib berpesan kepada
rombongan Datu Murkat, bahwa apabila
nanti anak-cucu mereka memasuki
kawasan hutan di sekitar kerajaan itu,
mereka harus membawa Tali Haduk
karena penjaga kawasan hutan di daerah itu sudah diberi pesan bahwa yang
membawa tali haduk adalah anak-cucu
Datu Niang Thalib.
Sambil membicarakan tentang Datu Niang
Thalib yang telah memiliki istri yang
sangat cantik dan kerajaan yang megah, tidak terasa perjalanan rombongan Datu
Murkat telah sampai di kampung Muning.
Mereka langsung menemui istri Datu
Niang Thalib dan menceritakan bahwa
Datu Niang Thalib telah menetap dan
memperistri seorang perempuan di sana. Pada awalnya istri Datu Niang Thalib
tidak percaya dengan cerita itu, tapi
begitu melihat bungkusan emas yang
diberikan istri muda Datu Niang Thalib di
sana, maka ia pun merasa sedikit terhibur
dan dengan pasrah menerima apa yang telah terjadi pada dirinya dan anak-
anaknya.t

Dipublikasi di Cerita Rakyat | 28 Komentar

Maunjun

Met Pagii Mua nya,,,
Hhhm,sblum Pergi Mancing, aq Mau cerita Sedikit Tentang Mancing.
Maunjun (memancing ikan) merupakan kegiatan yang menyenangkan. Menangkap ikan di rawa, sungai, dan waduk merupakan kegemaran masyarakat Kalimantan Selatan khusunya di Kabupaten Tapin. Hari-hari libur atau pada waktu senggang masyarakat umum ataupun yang berprofesi sebagai pegawai negri, pegawai swasta, dan militer memanfaatkan waktu senggang mereka unutuk maunjun. Daerah yang penangkapan ikan yang dituju adalah sungai, rawa-rawa dan kolam pemancingan. Target ikan yang ditangkap untuk perairan rawa adalah ikan Haruan (Gabus), Papuyu (Betok), Sapat Siam, Sepat Rawa, Lele Lokal, Ikan Patung, dan Belut Sawah. Alat tangkap yang digunakan antara lain banjur, unjun dan pair haruan. Maunjun di perairan rawa bisa dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Bagi yang pegawai negri, swasta, dan militer kebanyakan menggunakan waktu senggang di sore hari, karena pagi hari sampai siang mereka bekerja di kantor. Untuk menangkap ikan gabus alat yang digunakan adalah pair dengan menggunakan umpan dari anak katak, bisa juga menggunakan banjur yang diberi umpan dari potongan sepat rawa. Untuk ikan sungai yang ditangkap adalah ikan patin lokal, Baung, Kalabau, Sanggang, dan Udang galah. Untuk menangkap patin biasanya masyarakat menggunakan unjun tanpa stik dengan menggunakan tali nylon dan kawat yang besar. Umpan yang digunakan sangat sederhana terbuat dari pisang, usus, dan bisa juga digunakan umpan dari buah nangka masak. Sedangkan ikan sanggang dan kalabau kebanyakan menggunakan unjun yang menggunakan stik dan berring. Umpan yang digunakan untuk maunjun ikan kalabau terbuat dari racikan kue gabin dicampur dengan minyak goreng dan sedikit pakan ikan. Lain lagi dengan maunjun udang galah, kawat kail yang digunakan tanpa bait, umpan yang digunakan anak udang kecil dan cacing tanah. Bagi yang pengen mencoba meunjun diperairan rawa dan sungai sebaiknya menyiapkan paralatan lengkap terlebih dahulu. Yang disiapkan berupa unjun, umpan, tas, kotak umpan, pemberat, dan kawat. Semua parelatan yang disiapkan disesuaikan dengan tujuan ikan yang akan ditangkap.Sekarang lokasi yg sedang ramai ramai nya ada di KM 94,Perkebunan sawit Hasnur,karna baru di buka,jd ikan ikan nya banyak & besar besar.Pada Hari hari Libur ada lebih ratusan Orang yg Mancing’dtang Dari berbagai daerah.

Dipublikasi di Mancing | 11 Komentar

Andai masih seperti dulu

Dulu Skitar 7-8 thn yang
lalu,di Kmpung saya ini Kalau
Mancing,Ikan ’nya besar
besar,diantaranya.
Ikan gabus
ikan toman
ikan Papuyu & masih bnyak
lagi.
Saya ingat dulu Waktu kakek
msih ada,kalau mancing itu
paling dpat 3ekor,tapi Ikan
gabus yg 2kilo ’an..
Kalau toman Ga ada yg dapet
kalo yg diatas 2kg,karena
Senar ga ada yg kuat ’nya,gigi
toman lebih tajam dari
gabus.
Kalau gabus yg 3ons Sih
Sangat bnyak,di sawah rata
rata yg segitu ikan ’nya.
Tetapi entah Siapa yg
membawa Ide Bodoh untuk
menangkap ikan pake
setrum.
Memang lebih mudah
nangkep ikan pake set
rum,tetapi ikan ikan kecil
disekitarnya akan ikut mati &
Mereka ngga memikirkan
Nasib anak cucu,kedepan
nya.
Dan Sekarang ikan yg 3ons
Sudah sangat jarang di
temui di sawah,paling paling
ya Kaya Battrey ukuran
besar.
Kalo mau dapet gabus yg
Kilo ’an mesti Masuk ke
Rawa,itu pun sangat jauh
dan ikan ’nya sudah jarang.
Yg paling parah Sekarang
ikan toman Sudah tidak ada
lagi di kampung
saya,haduuh.
Skarang rekor Saya baru
Narik yg 4ons ga nyampe
setengah kilo.
Mudahan ajaa nanti bisa
narik yg 1,5 kg aminn..

punya paman 1,7kg

punya ayah 1,8kg


waktu mancing

Dipublikasi di Renungan | 7 Komentar

Iklan Nutrilon Royal 3 ”Life is an Adventure”

Pertama kali melihat iklan ini,saya mengira adalah trailer film,karena kualitas video’nya Yg Sngat bagus,yg ternyata adalah iklan susu anak anak & bagi
saya inilah iklan terbaik yang
pernah saya lihat. Iklan yang
menyampaikan pesannya
dengan kekuatan kata-kata.
Cekidot:
I want to live my life to the
absolute fullest
To open my eyes to be all I can
be
To travel roads not taken, to
meet faces unknown
To feel the wind, to touch the
stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every
dream
LIFE IS AN ADVENTURE

andai saja semua iklan iklan tv Sebagus ini…

Dipublikasi di iklan | Tag | 8 Komentar

Archos 70 – Tablet AndroidBerhardisk 250 GB

Bagi para pengguna perangkat
tablet, perangkat yang satu ini
menawarkan tempat
penyimpanan yang luas alias
berhardisk besar. Tablet tersebut
adalah Archos 70, sebuah
perangkat tablet yang dilengkapi
dengan hardisk berkapasitas
250GB HDD.
Dengan kapasitas hardisk 250
GB, Archos pantas untuk
menyandang gelar sebagai tablet
Android yang memiliki kapasitas
penyimpanan terbesar saat ini.
Spesifikasi yang ditawarkan
tablet Android Froyo tersebut
cukup mumpuni.
Spesifikasi Archos 70 adalah
prosesor 1 GHz ARM Cortex A8
dan layar 7 Inch beresolusi
800×480 pixel, 720p HD video
playback, Wi Fi 802.11 b/g/n,
Bluetooth 2.1+ EDR, kamera
depan VGA. Menurut salah
seorang sumber, perangkat
tablet tersebut akan
diperkenalkan pada ajang
Consumer Electronic Show (CES)
2011.
Untuk harganya, Archos 70
dibanderol dengan harga USD
349,99. Perangkat tersebut dapat
dibeli oleh konsumen Amerika
melalui sekarang via retail
maupun toko online.

Dipublikasi di gadget | Tag , | 1 Komentar